Hidup Itu Sebuah Proses

 

Hidup adalah sebuah proses. Disadari atau tidak kita semua berproses.

Dari bayi ke anak-anak. Dari anak-anak menuju remaja. Remaja menuju dewasa. Dewasa menuju tua. Tua menuju renta. Renta menuju mati.

Selesai.

Belum.

Masih lanjut. Mati menuju alam akhirat. Di akhirat berproses menuju surga atau neraka. Tergantung hasil ibadah selama hidup di dunia. Jika amalan baik, masuk surga. Jika amalan buruk, ya apes masuk neraka.

Hanya dua itu pilihannya. Itu pun hasil selama berproses di dunia.

Selama jiwa masih dikandung badan, manusia akan terus berproses. Mau tidak mau kita harus berproses. Baik dan buruk hasilnya harus kita terima.  

Manusia yang baik akan menjalani dengan sebaiknya proses itu. Langkah demi langkah. Tidak perlu tergesa. Tergesa adalah sifat setan. Nikmatilah proses itu. Lakukan yang terbaik.

Tuhan akan menghargai manusia yang berproses. Baik maupun buruk hasil akhirnya. Yang penting jalanilah proses itu.  

Saya sering mendengar motivasi di chanel YouTube. Tentang pentingnya menikmati proses ini. Tanpa berproses tidak mungkin orang bisa sukses.

Orang-orang kaya top dunia, bisa kaya karena berproses. Tidak jarang di antara mereka jatuh bangun membangun kekayaanya. Bangkrut. Hampir frustasi. Tapi segera bangkit. Move on. Memulai lagi. Menjadi lebih baik. Lebih berpengalaman. Pengalaman pahit jatuh bangun itu menjadi pelajaran berharga. Maka, kini mereka sukses. Kaya raya.

Maka, kita harus menikmati proses jika ingin sukses. Bidang apapun.

Seorang sarjana dalam meraih gelarnya harus berproses. Mengikuti mata kuliah hari demi hari. Kemudian ikut ujian di setiap semester. Kalau KKN. Skripsi. Ujian. Wisuda. Baru bisa disebut sarjana.

Bahkan, memancing ikan bukan ikannya yang terasa nikmat. Namun, proses memancingnya. Bahkan, kini muncul komunitas memancing. Tujuannya bukan melulu mencari ikan. Namun, berburu kesenangan dengan memancing.

Semua di dunia ini harus berproses. Manusia, hewan, tumbuhan semua berproses. Maka, kita harus menikmati proses itu.

Kadang kita harus sengsara saat menjalaninya. Kadang kita harus mengucurkan air mata. Namun, yakinlah proses yang baik akan mendapatkan hasil yang baik.

Bahkan, sering ada pameo begini : usaha tidak akan mengkhianati hasil. Artinya, proses yang baik akan mendapatkan hasil yang baik.

Saya juga sering mantra ini : niat yang baik harus didukung rencana yang baik. Rencana yang baik harus didukung tindakan yang baik. Tindakan yang baik pasti akan menghasilkan sesuatu yang baik.

Jaman ini banyak orang yang maunya instan. Cepat jadi. Cepat bisa digunakan. Padahal, sesuatu yang tidak berproses tidak akan bertahan lama.

Seorang pengusaha yang memulai usaha dari nol, akan memiliki karakternya berbeda dengan pengusaha karbitan. Yang tidak membangun usahanya sendiri. Misalnya, usaha yang diwariskan oleh keluarganya. Pengusaha warisan itu pasti tidak akan tahan banting. Mudah frustasi. Cepat menyerah.

Inilah yang harus dipupuk. Semangat berproses menjadi lebih baik. Pemuda harus mau berproses. Menuju kehidupan yang lebih baik. Tanpa berproses sulit rasanya untuk berkembang. Kita akan terus seperti ini. Bahkan, sepuluh tahun kemudian ya tetap begini. (M.NURKOZIM)

 

Penulis adalah wartawan dan Sekretaris PWI Bojonegoro

Komentar

Postingan Populer